BUDIDAYA PADI DALAM BUDAYA JAWA

  1. Sebelum dibajak harap ditaburi dengan dolomit, kegunaannya untuk meratakan Ph tanah + 5. Kecuali bila tanah dari lahan tersebut setelah di cek dilaboratorium Ph. Tanahnya sudah + 5.
  2. Cari hari dan tentukan dari arah mana dimulainya membajak tanah, tujuan dalam penggunaan perhitungan hari (Paringkelan), Naga dina, Naga sasi, Naga tahun semua itu karena terkait dengan  suhu udara, kadar air, arah angin, arah sinar bulan dan arah sinar matahari. Semua itu dengan pertimbangan agar terjadi sirkulasi udara, sinar cosmix dan sinar matahari. Terutama pancaran sinar cosmix dari makrokosmos (Bawana Ageng) terhadap mikrokosmos khususnya elemen tanah dan air pada lahan tersebut.
  3. Taburi pupuk kandang atau pupuk kompos yang siap pakai dengan kadar  800 Kg s.d 1.000 Kg per hektar.
  4. Pematang dikepras terus dipopok/ditamping dengan tanah, agar:
  5. Menghambat berkembangbiaknya tikus, kepiting, siput dan hewan lain yang sering menganggu tanaman padi yang biasanya bersembunyi di pematang sawah.
  6. Menjadi besar sehingga bisa ditanami tanaman “replan” atau tanaman pelindung bagi tanaman pokok. Seperti : Kenikir, Kemangi, Kacang panjang, Kacang Tunggak atau tanaman kacang-kacangan lainnya. Diharapkan nantinya tanaman tersebut bisa menjadi semacam pilihan atau “pelarian”  dari berbagai hama tanaman pokok. Sehingga diharapkan walaupun tanaman “replan” tersebut rusak tidak menjadi masalah, karena yang terpenting adalah  tanaman pokok selamat.
  7. Semua tanaman “replan” pada point b juga bisa dimanfaatkan menjadi sayuran maupun tambahan penghasilan bagi para petani.
  8. Bila pematang besar, otomatis akan membuat leluasa untuk berjalan kaki ketika pada waktu memeriksa atau mencermati tanaman maupun pada waktu pengangkutan hasil panen.
  9. Dalam kegiatan ini periksa juga barangkali ada beberapa bagian lahan ( terutama bagian pojok ) yang tidak ikut terbajak. Sehingga usahakan dan pastikan kalau semua bagian dari lahan persawahan tersebut sudah diolah dengan baik. 
  10. Langkah selanjutnya lahan digaru  atau disingkal.
  11. Tentukan hari untuk tanam dengan memakai pedoman perhitungan “Paringkelan” dan pilihlah Ringkel Sato (Hewan). Selain itu harus juga memakai perhitungan lain, seperti :
  • Paringkelan karena terkait dengan suhu udara dan kadar air.
  • Naga dina karena terkait dengan arah angin.
  • Naga sasi karena terkait dengan arah pancaran sinar Bulan.
  • Naga tahun karena terkait  dengan arah pancaran sinar Matahari.

 

Langkah ini dijalankan dengan pertimbangan  :

  1. Pemilihan hari, agar bila menanam sesuatu bisa selaras dengan suhu udara dan kadar air
  2. Arah angin, agar tanaman mengalami sirkulasi udara dengan baik sekaligus upaya tanaman tersebut tidak mudah roboh.
  3. Arah pancaran sinar Bulan, terkait dengan perkembangbiakan spora atau jamur yang mengakibatkan berbagai penyakit tanaman.
  4. Arah pancaran sinar matahari, akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman, selain itu juga ada hubungannya dengan perkembang biakan berbagai hewan atau hama tanaman.
  1. Langkah selanjutnya adalah menanam,  kalau tanaman padi harap ditanam dengan jarak ± 18 cm ( 20 X 15 X 35 ) cm.
  2. Usahakan dicermati setiap hari khususnya bila sore hari antara jam 15.30 s.d 17.30 sehingga bila ditemukan  ada hama atau penyakit bisa diantisipasi sedini mungkin.
  3. Pada hari ke-15 lahan dikeringkan sampai pada hari ke-22.
  4. Pada hari ke-25 dicermati serta dicabuti bila ada tanaman lain (gulma/rumput).
  5. Mulai bulan ke-2 dicermati goyangnya daun pada jam 09.00 s.d. 10.00 dan 15.30 s.d 17.30.
  6. Kalau warna daun padi kuning emas tua berarti masih perlu dipupuk lagi secukupnya terutama  yang mengandung  unsur P2O5, tetapi kalau warna daun kuning mas muda kehijau-hijauan berarti pupuk sudah pas.
  7. Ketika padi hamil dan mulai “njebul”, kalau ternyata pertumbuhannya kurang sempurna usahakan dibantu dengan sirkulasi udara buatan.
  8. Adakan upacara ritual “rujakan” dengan berbagai bahan dari buah-buahan dan bunga-bungaan, disini tujuaanya untuk mengundang berbagai serangga positif yang bisa membantu penyerbukan supaya pertumbuhan buah padi lebih baik.
  9. Ketika buah padi mulai menguning atau tua, adakan upacara ritual “methil” dengan tujuan agar kita bisa memperkirakan kapan tanaman padi bisa dipanen. Sehingga ketika kita memanennya tidak terlalu muda, karena kalau masih muda hasilnya kurang maksimal. Tetapi kalau terlalu tua bisa berakibat :
  • Buah padi mudah rontok
  • Batang padi rawan roboh
  • Bisa mengundang berbagai hewan atau hama tanaman lainnya.
  1. Berbagai jenis tanaman yang bisa menjadi insektisida dan pestisida alami:
  • Kecubung ( Dactura stramonium)
  • Klerek
  • Bawang putih
  • Gadung
  • Temu ireng
  • Jarak
  • Koro pahit
  • Mahoni
  • Mindhi (Melia azedarach)
  • Moris (sirsat)
  • Pahitan (keter)
  • Randu
  • Tembakau
  • Tuba (jenu)
  • Cabai rawit

 

Keterangan :

  1. Mengenai penggunaan dan takaran dari berbagai tanaman tersebut di atas mohon maaf akan kami bahas di lain kesempatan, termasuk nantinya pembuatan pupuk kompos dan pupuk kandang yang siap pakai hanya dengan memakai berbagai peralatan sederhana yang ada disekitar kita.
  2. Mohon jangan menggunakan garam atau trasi untuk mengganti pupuk, karena sifat garam adalah melarutkan humus tanah dan bisa membunuh cacing tanah penghasil humus.
  3. Usahakan menanam padi jawa, karena kandungan karbohidrat, mineral dan vitaminnya lebih seimbang. Selain banyak manfaat lainnya.

Posted under: Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <font color="" face="" size=""> <span style="">