METRI KANDUNGAN
- Wilujengan Rahwana : diperkirakan terjadinya penggumpalan darah (Rah-Wana). ± usia perkawinan 35 hari (selapan dino).
- Wilujengan Telon-telon (tejomoyo) : ketika diperkirakan usia kandungan 100 hari (3 bulan lebih).
- Wilujengan Poncodono / Poncowati ( Satra cetho ) : ketika diperkirakan usia kandungan 4-5 bulan.
- Wilujengan Tingkeban / Piton-piton : ketika diperkirakan usia kandungan 6-7 bulan. kalau kandungan anak pertama di sebut tingkeban kalau kandungan anak kedua dan seterusnya disebut piton-piton.
- Wilujengan Miyak Warananing ringgit : ketika diperkirakan usia kandungan 7-8 bulan.
- Wilujengan Mahabarata : ketika diperkirakan usia kandungan 8-9 bulan. Diadakan pula upacara procotan.
- Wilujengan Bharatayuda : ketika diperkirakan usia kandungan 283 hari / 9 bulan 10 hari.
- Wilujengan Mijil : ketika bayi lahir.
METRI KELAHIRAN
- Wilujengan Sepasaran lan menehi tenger jeneng : ketika bayi berusia 5 hari.
- Wilujengan Puputan / Cuplak Puser : wilujengan ini bisa menjadi yang pertama bila cuplak puser bayi Sebelum bayi berusia 5 hari.
- Wilujengan Selapanan : ketika bayi berusia 35 hari.
- Wilujengan Telunglapan : ketika bayi berusia 105 hari. Merupakan terjadinya proses Tumuruning Tripramana Jati.
- Wilujengan Limanglapan : ketika bayi berusia 175 hari. Merupakan terjadinya proses Tumuruning Pancaindra Jangkeb.
- Wilujengan PitungLapan : ketika bayi berusia 245 hari. Serta diadakannya upacara Tedhak siti.
- Wilijengan Nyapih Anak : ketika bayi berusia 10-12 bulan. Mulai saat ini bayi tidak lagi disusui Ibunya.
- Wilujengan Tetakan : ketika bayi/anak menginjak remaja. Untuk anak perempuan diadakan setelah nggarapsari atau menstruasi pertama. Untuk anak laki-laki diadakan bersamaan ketika sunatan. Biasanya juga dibarengi upacara Ruwatan.
METRI KEMATIAN
- Wilujengan Tumpeng Pungkur : diadakan ketika selesai pemakaman.
- Wilujengan Telung Dina : diadakan 3 hari setelah kematian.
- Wilujengan Pitung Dina : diadakan 7 hari setelah kematian.
- Wilujengan Patang Puluh Dina : diadakan 40 hari setelah kematian.
- Wilujengan Satus Dina : diadakan 100 hari setelah kematian.
- Wilujengan Pendak Siji : diadakan 350 hari/10 lapan (± 1 tahun) setelah kematian.
- Wilujengan Pendak Loro : diadakan 700 hari/20 lapan (± 2 tahun) setelah kematian.
- Wilujengan Nyewu : diadakan 1000 hari/30 lapan (± 3 tahun) setelah kematian.
MAKNA METRI KEMATIAN
- Yen linulu panguripane, tandha kurang 3 tahun. Makna wilujengan nyewu.
- Yen duwe lageyan owah saka adate tandha kurang 2 tahun. Makna wilujengan pendhak loro.
- Yen wis ngayar-anyari solah bawane, tandha kurang 1 tahun. Makna wilujengan pendhak siji.
- Yen wis salin kalakuane lan salin padatane, watak kereng dadi sareh, ing maune dhemen parameyan, dadi karem ngasepi, lan sapanunggalane, tandha kurang limanglapan ( ± ½ tahun ). Makna wilujengan 100 hari.
- Yen wewatakane bali bocah, tandha kurang 4 sasi. Makna wilujengan 40 hari.
- Yen wis surem paningale, tandha kurang selapan dina. Makna wilujengan pitung dina.
- Yen urubung netra wis dhoyong, tandha kurang pendhak dino. makna wilujengan telung dina.
- Yen ulate pucet, lan Sonya mathine, kuping kepleh, irung mingkup, grayanganing badan anyep, lan mambu gandaning sawa, tandha wis cepak tinggal donya. Makna wilujengan tumpeng pungkur.
UPACARA NGRUMAT LAYON
- Pralenan : memberitahukan kepada sanak-saudara akan berita kematian seseorang.
- Ngedusi Layon : memandikan jenazah.
- Ngulesi Layon : mempersiapkan mori, menyisir rambut, menghiasi, menutup babahan hawa 9
- Ngleboke Layon Ing Peti Gendhaga : memasukan jenazah ke peti jenazah.
- Ngrengga Peti Gendhaga : menghias peti jenazah.
- Pakurmatan budhaling La yon : persiapan jenazah mau diberangkatkan.
- Upacara Budhaling Layon : upacara pemberangkatan jenazah.
- Upacara Ngubur Layon : upacara mengubur jenazah.